Di suatu daerah, ada seorang wanita setengah baya yang berprofesi sebagai seorang penjual tempe atau orang sering menyebutnya "si mbok bakul tempe". Setiap hari dia membuat tempe dari bahan dasar kedelai. Wanita ini adalah seorang muslimah yang alhamdulillah, selalu menjalankan shalat lima waktu. Pokoknya, beliau selalu rajin beribadat.Suatu pagi dini hari, di saat orang sedang nyenyak tidur, si mbok ini bangun pagi dan memeriksa bungkusan tempe yang di buatnya. Ternyata kedelai yang seharusnya berfermentasi menjadi tempe tetap dalam kondisi semula sebagai "kedelai". Si mbok bakul tempe, karena terbiasa melaksanakan ibadatnya, serta merta menengadahkan tangan sembari berdo'a: "Ya Allah ya Rabb, yang menggenggam jiwaku, yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang, Engkau tahu bahwa pekerjaanku adalah bakul tempe, tapi apabila pagi ini kedelai dalam bungkusan ini belum menjadi tempe, apa yang bisa saya jual?"
